Tampilkan postingan dengan label Kang Ibing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kang Ibing. Tampilkan semua postingan

21 Agustus 2010

Rd. Aang Kusmayatna Kusumadinata (Kang Ibing)

Rd. Aang Kusmayatna Kusumadinata (Kang Ibing)

admin • 20 Oct 2008 • Kategori: Inohong

Si Kabayan adalah Tokoh Legendaris Cerita Rakyat Pasundan yang terkenal lugu tetapi cerdik. Cerita Rakyat Pasundan yang diangkat ke layar lebar dengan berbagai versi ini untuk pertama kalinya diperankan oleh Kang Ibing yang punya nama lengkap Rd. Aang Kusmayatna Kusumadinata.

Pria kelahiran Sumedang bulan Juli 1946 yang beristerikan Ny. Nieke ini telah dikarunia 3 (tiga) orang anak masing-masing Kusmadika, Kusmandana dan Diane.

Kariernya di dunia seni berjalan mulus. Kang Ibing sendiri tidak pernah mimpi untuk jadi orang terkenal apalagi bintang film.

Kariernya dimulai ketika menjadi Pembawa Acara Obrolan Rineh dalam arti santai secara kocak dan sarat kritik di Radio Mara Bandung. Gaya bicaranya yang berintonasi khas Sunda melekat dalam Profil Kang Ibing yang merupakan nama bekennya. Nama asli yang konon masih teureuh menak Sunda yakni Rd. Aang Kusmayatna Kusumadinata seperti hilang diganti Kang Ibing yang identik dengan sosok Si Kabayan yang lugu tetapi cerdik.

Ketika masih duduk di Fakultas Sastera Unpad Jurusan Sastera Rusia, Kang Ibing pernah menjabat sebagai Ketua Kesenian Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS), Penasihat Departemen Kesenian Unpad dan pernah juga menjadi Asisten Dosen di Fakultas Sastera Unpad.

Pada tahun 1970 bersama-sama dengan Aom Kusman dan Suryana Fatah membentuk Group Lawak De Kabayan. Pada tahun 1975 untuk pertama kalinya main film Si Kabayan arahan Sutradara Tutty Suprapto. Pilihan Tuty jatuh ke Ibing konon tertarik saat mendengarkan gaya humornya di Radio Mara tersebut.

Selain main film, Ibing juga sudah memerankan Bintang Iklan dari beberapa produk. Saat ini Kang Ibing lebih dikenal sebagai dai yang lumayan padat juga jadwalnya.

Putera pasangan Rd. Suyatna Kusumahdinata dan Rd. Kusdiyah ini juga pernah menjadi Direktur salah satu bioskop di Kota Bandung.

Senang Memelihara Domba

Tempat tinggalnya di Kompleks Pandan Wangi Ciwastra Bandung dilengkapi dengan Kandang Domba. Karena memelihara domba adalah salah satu kegemarannya. Untuk hobinya yang satu ini kang Ibing tidak segan-segan mengambil rumput sendiri di pematang sawah yang mengelilingi sekitar Komplek Perumahannya.

Untuk mencari rumahnya tidaklah sulit. Tukang Becak yang mangkal di sekitar Komplek Perumahan tempat tinggalnya apabila ditanya, akan menunjukkan bahwa rumah Kang Ibing itu di depan rumahnya ada kandang domba.

Mengenai kegiatannya saat ini sebagai “dai” yang jadwalnya cukup padat untuk memberikan siraman rohani baik di mesjid yang ada di lingkungan pedesaan, kota, perkantoran maupun kampus di wilayah Indonesia sampai ke Timor-Timur bahkan ke Australia. Tema dakwahnya mudah dicerna, karena menyangkut masalah-masalah keseharian serta dibawakan dengan gaya humor yang segar.

Ketika ditanya mengenai kariernya yang beragam serta berhasilnya didalam menyelesaikan Sekolah, Kang Ibing menyatakan bahwa semua itu tidak lepas dari doa yang tulus dari kedua orang tuanya. Ungkapan “Indung Tunggul Rahayu, Bapa Tangkal Darajat” senantiasa melekat di hatinya. Dan itu dijadikan pedoman hidup keluarganya serta tidak segan-segan memasang semboyan itu di ruangan tengah keluarganya.

Generasi muda Sunda sekarang menurut Kang Ibing, pada umumnya sudah kurang mengenal jati diri Ki Sunda. Basa teh Ciciren Bangsa dalam arti Bahasa itu menunjukkan Bangsa. Refleksinya terlihat dari banyaknya anak muda Tatar Sunda dewasa ini yang malu berbahasa Sunda. Hal ini disebabkan tidak adanya infilterisaasi budaya luar yang masuk, sehingga menyebabkan terjadinya pergeseran nilai tersebut.

Pendapatnya mengenai manusia Sunda yang ” Nyunda” adalah yang mengetahui sekaligus menghargai Kebudayaan Sunda serta “Sarakannana” dalam arti tempatnya.. Sehingga tumbuh rasa kasundaan bagi orang Sunda.

Demikian Inohong Sunda Kang Ibing yang lekat dengan sosok Tokoh Legendaris Cerita Rakyat Pasundan Si Kabayan yang lugu tetapi cerdik.

http://www.sundanet.com/?p=14

Kang Ibing 'Pelawak dan Pendakwah'

Prof Ganjar:
Kang Ibing 'Pelawak dan Pendakwah'
Senin, 18 Mei 2009 16:46 WIB

BANDUNG--MI:
Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Prof Dr Ganjar Kurnia DEA yang memiliki perhatian besar terhadap kalangan seniman akan memberikan apresiasi terhadap seniman Sunda Kang Ibing.

Apresiasi terhadap seniman yang disebutnya 'Pelawak dan Pendakwah' itu diberikan dalam sebuah pergelaran bertajuk 'Wanoh Jero ka Kang Ibing' 20 Mei 2009 di Graha Sanusi Hardjadinata kampus Unpad Jalan Dipati Ukur Bandung, kata Ketua Humas Unpad Weny Widyowati MSi, Senin (18/5). Kang Ibing pelawak legendaris yang juga merambah ke dunia seni dakwah ini tidak hanya dikenal masyarakat Sunda, tetapi juga masyarakat Indonesia.

Rektor Unpad Prof Ganjar Kurnia yang pernah menjabat Atase Pendidikan pada Kedubes RI di Prancis itu mengaku mengenal pertama kali sosok pencinta buku itu di organisasi Daya Mahasiswa Sunda (Damas). Kang Ibing disebut Prof Ganjar merupakan satu-satunya seniman yang menguasai begitu banyak talenta. "Dia menulis puisi, menulis naskah drama, membuat syair lagu, membaca sajak, bahkan menjadi dai, deklamator, dan ia juga dikenal sebagai komentator olahraga. Kang Ibing sosok yang multi-talenta, sangat banyak kemampuannya," ucapnya.

Pergelaran tersebut diadakan untuk memperkenalkan kepada masyakarat sosok Kang Ibing secara keseluruhan. Dalam pergelaran tersebut, Kang Ibing akan menampilkan sejumlah karya yang pernah dihasilkan semenjak menekuni dunia seni pada 1974. Akan ada banyak acara bagus dalam pergelaran itu, seperti kakawen wayang, pencak, lagu-lagu yang pernah diciptakannya, dan masih banyak lagi.

Selama ini masyarakat mengenal kemampuan seni Kang Ibing di permukaannya saja. Masyarakat banyak menyebut Kang Ibing sebagai pelawak dan pedakwah. Namun, kenyataannya pria kelahiran Sumedang ini mampu berkarya lebih dari sekadar guyonan. "Lawakannya sangat kontekstual dengan isu yang sedang hangat dibicarakan masyarakat yang ia bawakan dengan gayanya sendiri, dan itu artinya kan Kang Ibing benar-benar mengikuti perkembangan saat ini," katanya.

Rektor Unpad Prof Ganjar Kurnia mengungkapkan sulit menemukan sosok yang memiliki kekayaan seni layaknya Kang Ibing. "Pelawak-pelawak saat ini hanya bisa berguyon karena menghafal skenario. Sementara Kang Ibing dapat melakukannya dengan sangat spontan, namun dengan kandungan makna yang dalam dan berisi," katanya.

Kekaguman terhadap Kang Ibing juga disampaikan oleh teman karibnya sejak SMP, Zahir Zachri yang mengatakan Kang Ibing adalah sosok yang memiliki sifat humor yang spontan, namun bukan sekadar penghibur konyol. Menurut Zahir, pria yang memulai kariernya sebagai pemain film 'Si Kabayan' ini sangat pandai dalam menulis skenario untuk lakon.

Begitu melimpahnya potensi dan kecerdasan yang Kang Ibing miliki, Zahir berpendapat, seharusnya hal itu dapat lebih banyak disumbangkan kepada masyarakat. "Kang Ibing punya kepekaan tinggi terhadap kondisi bangsa ini, kenapa tidak terjun saja ke dunia politik, misalnya dengan menjadi calon legislatif. Dengan aktif di politik kan, banyak hal buruk bisa diubah," saran Zahir pada Kang Ibing.

Ketika ditanya tentang saran tersebut, Kang Ibing justru dengan tegas menolaknya. Menurut dia, masyarakat banyak lupa terhadap ujung tombak kehidupan bermasyarakat yang ada pada Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Kang Ibing yang menjadi Ketua RW di daerah tempat tinggalnya ini mengatakan untuk mengubah masyarakat tidak perlu aktif di dunia politik seperti yang disarankan Zahir.

"Selama ini saya lakukan adalah berdakwah lewat seni, meskipun tidak melakukan riset tentang pengaruh dakwah pada masyarakat, tetapi saya yakin ada pesan yang sampai pada masyarakat," ujar Kang Ibing yang mengaku telah berdakwah hingga ke Australia, Korea, dan Jepang di sela-sela gladi bersih persiapan pagelaran.

Pada pergelaran yang akan menampilkan seluruh karyanya itu, Kang Ibing pemilik nama lengkap Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata juga akan memperlihatkan kepada penonton sisi lain dari kehidupannya berkesenian dan akan menunjukkan kepiawaiannya bersosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berdakwah, dan berkesenian mulai dari membaca puisi, menyair lagu, membuat naskah dan menyutradarai film dan lainnya. (Ant/OL-04
)

Kang Ibing Dalam Kenangan
Iden Wildensyah
| 21 Agustus 2010 | 08:33 via Mobile Web
440
7
2 dari 3 Kompasianer menilai Inspiratif.
Kang Ibing (1946-2010)

Kang Ibing (1946-2010)

Di saentero jagat Jawa Barat, sosok Kang Ibing adalah seorang seniman yang sangat terkenal. Kang Ibing merepresentasi Sunda dalam dirinya. Sunda dan Kang Ibing menyatu sangat padu. Sehingga ketika teringat Kang Ibing, yang muncul dalam benak adalah orang Sunda. Perannya dalam film Si Kabayan dan Gadis Kota, semakin mengukuhkan sosoknya sebagai seorang sunda tulen (asli). Bahkan dalam sebuah kuis di facebook berjudul USA (Urang Sunda Asli) dengan pertanyaan seputar ‘apakah anda seorang sunda asli?’. Sosok Kang Ibing menjadi maskot yang melekat dalam kuis itu. Jika ditempelkan di profil, maka yang muncul adalah wajah asli Sunda, Kang Ibing.

Sebagai seniman serba bisa Kang Ibing mampu menghadirkan seni dalam ranah yang lebih luas. Gayanya yang kocak mampu meleburkan dirinya dalam peran yang sedang dijalani. Karena keluwesannya ini, Kang Ibing sangat merakyat. Tidak ada seorangpun yang tidak mengenal karya bodor Kang Ibing. Beberapa dialog berisi humor, dakwah yang diselingi humor, serta lagu-lagu daerah sudah menghiasi Jawa Barat.

Saya sering mendengarkan rekaman humor-humor Kang Ibing bersama kawan-kawan kampus. Bagi saya humornya sangat unik lucu dan terpenting original. Humor Kang Ibing sering saya dengarkan juga di radio. Salahsatu acara yang sering mengutip humor Kang Ibing adalah Cangehgar di salahsatu radio di Kota Bandung.

Sebagai pendakwah, Kang Ibing sudah berdakwah hingga ke mancanegara. Australia, Jepang dan masih banyak lagi. Rata-rata di undang oleh kedutaan. Saya ingat ketika mendengarkan ceramah Kang Ibing di Jepang dari rekamannya. Dalam rekaman itu, dakwah khas Kang Ibing sangat kental. Dengan menyisipi humor dalam setiap untaian dakwahnya, tak pelak lah semua hadirin tertawa-tawa sangat puas. Tertawa yang sebenarnya rata-rata menertawakan diri sendiri.

Kang Ibing seperti sosok Abu Nawas dari sunda jaman sekarang. Sementara Kabayan dianggap sebagai Abu Nawas dari sunda jaman dulu. Celotehan Kang Ibing mampu merasuki sisi terdalam manusia, mengungkapkan tentang kebodohan manusia dan keagungan Tuhan. Kang Ibing berhasil dalam memberi perbedaan serta memiliki kekhasan tersendiri dalam mewarnai dakwahnya. Inilah yang membuat banyak orang sangat mengagumi sosok Kang Ibing.

Selamat jalan Kang Ibing, doa saya menyertaimu. Semoga Kang Ibing damai disisi Alloh SWT.

Beberapa album dan poster Kang Ibing saya lampirkan disini, diambil dari berbagi sumber:

Kang Ibing 1

Kang Ibing 1

Kang Ibing 2

Kang Ibing 2

Kang Ibing 3

Kang Ibing 3

Kang Ibing 4

Kang Ibing 4

Kang Ibing 5

Kang Ibing 5

Kang Ibing 6

Kang Ibing 6

Kang Ibing 7

Kang Ibing 7

Kang Ibing 9

Kang Ibing8

Kang Ibing 9

Kang Ibing 9

Tulisan ini sebagai apresiasi atas karya besar seniman Sunda, Kang Ibing.

Mohon maaf saya tidak mencantumkan satu persatu link dari foto diatas. Semua foto diatas diambil dari google.images.com.

http://sosbud.kompasiana.com/2010/08/21/kang-ibing-dalam-kenangan/

20 Agustus 2010

Tak Ingin Merepotkan, Kang Ibing Selalu Sembunyikan Penyakitnya

Jumat, 20/08/2010 00:19 WIB
Tak Ingin Merepotkan, Kang Ibing Selalu Sembunyikan Penyakitnya
Oris Riswan Budiana - detikhot

Gambar
Kang Ibing (Dok. Unpad.ac.id)
Bandung Kang Ibing diketahui mengidap penyakit jatung sejak 8 tahun lalu. Namun pria kelahiran Sumedang ini selalu menyembunyikan penyakitnya. Alasannya karena tidak mau merepotkan orang lain.

"Bapak sudah sakit jantung sekitar 8 tahun lalu. Tapi beliau tidak mau penyakitnya diketahui orang lain. Tidak mau merepotkan katanya," tutur Dikdik Kusmadikta (32) anak sulung Kang Ibing di rumah duka, Margawangi Estate, Jalan Kencana Wangi No 70 RT 1/ RW 13, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kamis (19/8/2010) malam.

Penyebab kematian pun belum diketahui. Belum ada keterangan resmi dari RS Al Islam perihal penyebab kematian pria yang bernama asli Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata ini.

Kang Ibing diketahui meninggal dalam perjalanan menuju RS Al Islam Bandung setelah tak sadarkan diri karena jatuh di halaman rumahnya. Berita kematian seniman Sunda ini langsung mengundang rasa kehilangan warga Bandung. Berbondong-bondong warga Bandung berdatangan ke rumah duka untuk berbela sungkawa.

Rencananya jenazah Kang Ibing akan dikebumikan di tempat pemakaman keluarga di Gunung Puyuh, Sumedang. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka besok, Jumat (20/8/2010) sekitar pukul 09.00 WIB.

(afz/yla)