VIVAnews - Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, menyambut baik peluncuran program Beasiswa Bahasa Inggris "Frans Seda" oleh Kepala Pemerintahan Negara Bagian Australia Utara di Darwin.
“Beasiswa ini sebagai penghormatan atas mendiang Frans Seda yang memainkan peran penting dalam pengembangan hubungan antara Australia dan Indonesia,” ujar Moriarty dalam pernyataan kepada VIVAnews.com, Jumat 7 Januari 2011.
Wafat pada 31 Desember 2009 di usia 83 tahun, Seda adalah mantan Menteri Pemerintah Indonesia, penasihat tiga presiden RI, dan penerima penghargaan Order of Australia atas karyanya dalam memperkuat hubungan perdagangan bilateral.
“Frans Seda adalah orang berprinsip yang bekerja tidak mengenal lelah guna memajukan lebih jauh hubungan kuat antara kedua negara melalui hubungan politik, perdagangan, transportasi, pendidikan, kebudayaan, dan olahraga,” tutur Moriarty.
Beasiswa atas nama Frans Seda disponsori oleh Kepala Pemerintahan Negara Bagian Australia Utara dan Charles Darwin University. Diresmikan pada Desember 2010, beasiswa ini akan diberikan setiap tahun kepada tiga pelajar Indonesia di Charles Darwin University untuk meningkatkan kelancaran bahasa Inggris mereka, dan tiga pelajar dari Australia Utara untuk belajar bahasa Indonesia.
Beasiswa tersebut senilai A$60.000, atau sekitar Rp534 juta untuk jangka waktu tiga tahun. Beasiswa mencakup biaya kursus hingga 10 pekan pelatihan bahasa Inggris secara intensif di universitas tersebut dan membantu kajian dan pembelajaran bahasa Indonesia di luar negeri bagi pelajar Australia yang berasal dari Australia Utara.
Beasiswa baru ini berpotensi untuk memperluas wawasan budaya dan pendidikan Australia Utara ke Asia dan sebagai tanda penghormatan kepada Frans Seda dan karyanya dalam pengembangan hubungan bilateral. (art)
Didedikasikan untuk siapa saja yang mencari inspirasi atau pencerahan akal dan hati diambil dari berbagai literatur dan terus di update semoga bermanfaat.
09 Januari 2011
Australia Luncurkan Beasiswa 'Frans Seda'
22 Mei 2010
Murid Perguruan Ninja Gagalkan Perampokan di Australia
Sydney(ANTARA) - Inilah akibatnya kalau orang merampok tanpa peduli tempat! Tiga pembegal Australia yang beraksi di dekat satu perguruan bela diri menghadapi ketakutan yang tak pernah mereka rasakan seumur hidup mereka.
Saat mereka melakukan tindakan mereka, lima ninja yang berpakaian hitam menggagalkan perbuatan mereka. Ketiga perampok tersebut, yang sedang memukuli dan menendang seorang pelatih medis dari Jerman, lari tunggang-langgang dengan panik ketika murid-murid perguruan ninja yang berusia 18 sampai 47 tahun bergegas ke luar gedung di dekat tempat perampokan.
Ketika itu, para murid perguruan ninja justru sedang berlatih.
"Mereka semua terkesima," kata Kaylan Soto (42), yang sedang melatih murid-muridnya.
"Mereka lalu kabur. Saya tak pernah melihat orang lari secepat itu. Mestinya mereka ikut olimpiade; mereka pasti menggondol medali emas."
Soto mengatakan pelatihan bela diri ninjutsunya baru saja akan mengakhiri kegiatan pada Selasa, ketika seorang muridnya keluar dan melihat ketiga pria tersebut menyerang warg anegara Jerman yang berusia 27 tahun --yang mendekati akhir pekan kedelapan kunjungan pertukaran.
"Ia memanggil saya, `Sensei (pak guru), ada orang yang dirampok di jalan di luar`," kata Soto kepada AFP.
"Kami segera keluar dan mulai mengejar mereka, berteriak dan melakukan tindakan lain. Ketiga orang ini berpaling dan melihat lima ninja yang berpakaian serba hitam berlari ke arah mereka. Mereka segera lari belingsatan!"
Polisi mengatakan dua pria yang berusia 16 dan 20 tahun telah dibekuk sehubungan dengan serangan itu. Polisi juga telah menyiarkan gambar orang ketiga yang berusia antara 15 dan 17 tahun.
Soto mengatakan warga negara Jerman tersebut, yang telepon genggam dan iPodnya dirampas, mestinya dapat menyelamatkan diri dari pemukulan melalui pelatihan ninjutsu --seni bela diri Jepang yang memusatkan perhatian pada pencurian, titik tekanan dan persenjataan.
"Bagi penyerang, itu adalah tempat yang sungguh tak menguntungkan untuk melakukan kejahatan --tempat ada perguruan seni bela diri ninja," katanya.
"Anda bisa membaca kisah seperti ini, tapi anda akan berfikir itu tak pernah terjadi. Mereka benar-benar memilih tempat yang salah," katanya.
http://id.news.yahoo.com/antr/20100521/twl-murid-perguruan-ninja-gagalkan-peram-bbfa48e.html