Tampilkan postingan dengan label KH Idham Chalid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KH Idham Chalid. Tampilkan semua postingan

11 Juli 2010

KH Zainuddin MZ : KH Idham Chalid Inspirator Pidato Saya

Minggu, 11/07/2010 15:45 WIB
KH Zainuddin MZ : KH Idham Chalid Inspirator Pidato Saya
Aprizal Rahmatullah - detikNews

Jakarta - Sebagai seorang murid, KH Zainuddin MZ sangat mengagumi KH Idham Chalid. Bahkan, kemampuannya dalam berpidato banyak meniru gaya mantan Ketua MPR tersebut.

"Gaya pidatonya sangat lugas. Beliau salah satu yang menginspirasi saya untuk bisa ceramah dan pidato," kata Zainuddin kepada detikcom di kediaman KH Idham Chalid, di Jl Fatmawati, Cipete, Jaksel, Minggu (11/7/2010).

KH Idham, kata Zainuddin, selalu mengajarkan pesan-pesan moral dalam setiap pidatonya. Tutur kata dan gaya pidatonya yang khas membuat KH Idham selalu ditunggu ketika akan berpidato.

"Dalam setiap pidato. Beliau selalu menggunakan logika. Sehingga sulit untuk dibantah. Itu yang membuat saya kagum dan saya tiru hingga saat ini," ungkapnya.

Menurut Zainuddin, sosok KH Idham sangat kental dengan dunia pesantren. Zainuddin mengaku pernah mondok di salah satu pesantren binaan KH Idham sejak tahun 1956 hingga 1970. "Itu saat saya masih SMP," katanya.

Selain dikenal sebagai tokoh pesantren dan dunia Islam, lanjut Zainuddin, KH Idham juga dikenal sebagai tokoh politik yang cerdas. Ia merupakan salah satu tokoh yang membuat organisasi Islam terbesar NU tetap bertahan hingga saat ini.

"Dulu parpol itu harus asas tunggal. PPP saat itu ingin mengusung asas Islam, tapi dilarang pemerintah. Akhirnya, beliau (KH Idham) memberikan solusi. Kalau nggak boleh jualan nasi uduk ya sudah kita jualan nasi goreng dulu. Yang penting masih bisa buka warung," cerita Zainuddin.

(ape/yid)

KH Idham Chalid dan Pencetak Para Tokoh Nasional

Minggu, 11/07/2010 13:29 WIB
KH Idham Chalid dan Pencetak Para Tokoh Nasional
Aprizal Rahmatullah - detikNews


Jakarta
- Sosok KH Idham Chalid memang cukup terkenal di dunia Islam dan pesantren. Sebagai seorang kiai dan politisi, KH Idham banyak menelorkan muridnya menjadi tokoh-tokoh nasional yang diperhitungkan.

Misalnya cerita yang disampaikan oleh mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Kiai Hasyim mengaku telah mengambil hikmah dan kearifan KH Idham dalam perjalanan karirnya selama ini.

"Ketika itu saya ingat pada tahun 1967, saya datang ke Jakarta sebagai Ketua Cabang PMII. Saya memprotes Pak Idham kenapa tidak mendukung demokratisasi Indonesia di awal Orde Baru," kenang Hasyim kepada detikcom, Minggu (12/7/2010).

Namun rencana protesnya itu pun akhirnya luluh setelah Hasyim diterima langsung oleh KH Idham di Gedung DPR dan dijelaskan alasan sikapnya. Sejak saat itu penghormatan kekaguman Hasyim semakin bertambah setelah mendengar penjelasan dari KH Idham.

"Saya diterima Pak Idham dan saya tumpahkan uneg-uneg saya ketika itu. Beliau tetap tenang mendengarkan dan menjawab dengan tenang. 'Hasyim kita baru saja selesaikan komunis, sisanya masih panjang. Jangan diminta demokrasi dalam saat yang sama. Nanti demokrasi ada waktunya sendiri'," kata Hasyim menirukan KH Idham.

"Allah menyelamatkan satu persatu, tidak sekaligus, demikian menurut Imam Ibnu Athoillah (pengaram kitab Fushusul Hikam) Biarkan Pak Harto berkuasa, setiap zaman ada orangnya dan setiap orang ada zamannya. Yang saya khawatirkan justru puluhan tahun yang akan datang, kita akan menghadapi kemunafikan, dan saya takut NU tidak mampu menghadapinya karena racun terasa madu" kata Hasyim menirukan Pak Idham.

Hasyim pun melanjutkan ceritanya, "Keluar dari ruang Pak Idham saya langsung lemes. Semoga Allah menerima Pak Idham dengan khusnul khotimah," tegasnya.

Sentuhan KH Idham Chalid juga menjadikan sosok seperti Suryadharma Ali dan Zainudin MZ menjadi seperti sekarang ini. "Menteri Agama (Suryadharma Ali) dan Pak Zainuddin MZ dulu muridnya," kata Saiful Hadi, salah seorang anak Idham saat ditemui di kediaman di Komplek Daarul Ma'arif, Cipete, Jaksel, Minggu (11/7/2010).

Selain tokoh pesantren, KH Idham juga dikenal sebagai tokoh politik. Sejumlah jabatan di pemerintahan pernah ia pegang. "Dulu bapak pernah jadi Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPA, Menkesra (sekarang Menkokesra)," cerita Saiful.

Idham merupakan salah satu pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia pernah menjabat sebagai Presiden PPP (sekarang Ketua Umum) tahun 1973. KH idham juga pernah menjabat ketua umum PBNU selama 3 periode dari sejak tahun 1970 an.

KH Idham meninggal pada usia 88 tahun di kediamannya di Cipete pukul 08.00 WIB. Ayah dari 16 anak dan 40 cucu ini meninggal karena sakit.
(yid/yid)

KH Idham Chalid Dimakamkan di Pesantren Darul Quran Cisarua

Minggu, 11/07/2010 11:51 WIB
KH Idham Chalid Dimakamkan di Pesantren Darul Quran Cisarua
Aprizal Rahmatullah - detikNews

Jakarta - Mantan Ketua DPR/MPR KH Idham Chalid meninggal dunia karena sakit pada Minggu (11/7) pagi. Rencananya mantan Predisen pertama PPP ini akan dimakamkan di Bogor besok.

"Besok pagi dimakamkan di Perguruan Darul Quran, Cisarua, Bogor," ujar Saiful Hadi, salah satu anaknya saat ditemui detikcom, Minggu (11/7/2010).

Menurut Saiful, ayahnya meninggal tadi pagi pukul 08.00 WIB di rumah. Idham meninggalkan 16 anak dan 40 cucu. "Saya anak ke lima," ucapnya.

Pantauan detikcom, di kediaman almarhum puluhan pelayat terus berdatangan. Sejumlah tokoh juga nampak seperti, mantan Menteri Perhubungan Agum Gumelar, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshari, dan KH Zainuddin MZ.

Idham meninggal pada usia 88 tahun. Ia merupakan salah satu pendiri Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pernah menjabat sebagai Ketua MPR pada tahun 1972-1978 dan Ketua Umum PBNU 3 periode.